Beri Dukungan ke IYL-Cakka, Mantan Ketua DPRD Bulukumba Salam Punggawa

MAKASSAR,SEPUTARBULUKUMBA.Com– Dukungan ke pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) tak hanya datang dari kalangan grassroot. Tapi juga sejumlah tokoh antusias menyatakan sikap berada dibarisan “Mister Komitmen”.

Kali ini yang siap bergerak dan menyosialisasikan Punggawa Macakka adalah mantan Ketua DPRD Bulukumba, Andi Muttamar Mattotorang. Eks ketua DPD II Golkar ini, bakal menyolidkan rumpun keluarga, dan basis relawannya.

Saat menerima kunjungan Ketua Rumah Kita Bulukumba, Kahar Muslim, Muttamar secara terang-terangan melakukan Salam Punggawa atau salam yang diindentikkan ke IYL-Cakka, Minggu (4/2/2018).

“Alhamdulillah, berbagai tokoh dan komunitas menyatakan siap mendukung Punggawa Macakka. Termasuk Pak Muttamar,” tegas Kahar Muslim, Senin (5/2/2018).

Selama beberapa jam, Kahar yang juga kader Partai Golkar berbincang dengan Muttamar untuk penyatuan dan sinergitas tim guna bersama memenangkan IYL-Cakka terutama di Bulukumba.

Selain itu, Muttamar yang kini tercatat sebagai Ketua Partai Berkarya Bulukumba, siap menyolidkan pengurus dan kader partainya di semua tingkatan.

Berdasarkan pantauan, di samping bersilaturahmi dengan Muttamar, Kahar Muslim juga melakukan kunjungan ke sejumlah elit parpol. Seperti ke kediaman Ketua DPC Perindo Bulukumba,(Fer,Sb,#Rilis)

Iklan

PPP LOLOS VERIVIKASI,INI HARAPAN KETUA PPP H.ASKAR HL

BULUKUMBA, SEPUTARBULUKUMBA.com – Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC PPP) Bulukumba, Haji Askar HL menegaskan jika partainya telah lama merampungkan kelengkapan adminiatrasi untuk persiapan verifikasi KPU.

“Untuk kelengkapan administrasi verifikasi faktual di KPU, sebenarnya PPP telah lama mempersiapkan secara matang,” kata Haji Askar di Kantor DPC PPP Bulukumba melalui via Telepon, Minggu (4/2/2018).

Namun bukan hanya itu yang diinginkan oleh pengurus, sambung Haji Askar, tetapi melalui momentum Hari Jadi Kabupaten Bulukumba ke-58 bertepatan sebagai partai yang lolos verifikasi.

“Selamat Hari Jadi Kabupaten Bulukumba ke-58. Alhamdulillah pada momentum bersejarah ini bertepatan dengan lolosnya PPP sebagai peserta Pemilu di Bulukumba,” tambahnya.

Tenaga Ahli Fraksi PPP di DPRD Bulukumba, H Manggaukang membeberkan bahwa KPU telah menyatakan PPP Bulukumba sebagai peserta Pemilu 2019. “Kurang sepuluh menit pukul 10.00 WITA, Komisioner KPU meninggalkan kantor PPP, dan alhamdulillah lolos verifikasi,” imbuhnya.

Sementara Komisioner KPU Bulukumba, Awaluddin Syuaib mengatakan, hari ini 4 Januari 2018 KPU Bulukumba telah malakukan verifikasi kepengurusan Parpol PPP terhadap Ketua PPP Kabupaten Bulukumba yang verifikasi sebelumnya dinyatakan BMS.

“Hari ini telah diverifikasi langsung kepada Ketua PPP dipastikan kesesuaian nomor KTP dan KTA dinyatakan MS,” imbuhnya

Seperti diketahui, sebelumnya KPU Bulukumba memberi waktu selama tiga hari partai berlambang Ka’bah ini untuk perbaikan.(Fer Sb*)

Ikut Pameran Expo, Desa Bayar Tenda 3 juta .

Papdesi Sulsel: Ini Saraf Pungli.

BULUKUMBA,SEPUTAR BULUKUMBA.COM –Ketua DPD Perkumpulan Aparatur Desa Seluruh Indonesia ( PAPDESI) Muh Darwis menpertayakan dugaan pungutan pembayaran stand dalam pameran Expo Desa sebesar Rp. 3 juta untuk satu desa yang mengikuti acara tersebut sebagai bentuk partisipasi dalam memeriahkan hari Ulang Tahun Bulukumba ke-58 tahun.

Kepada wartawan Muh Darwis mengatakan kalau setiap desa yang mengikuti pameran expo desa harus mengeluarkan kocek tidak sedikit yakni mencapai Rp. 3 juta rupiah.

” Kalau Desa bayar kontribusi 3 juta terus perlengkapan dan lain-lain dan tidak di anggarkan di APBD Desa saya juga kurang paham karena anggaran yang harus di gunakan setiap desa bisa mencapai Rp. 15 juta” ujarnya.

Lanjut mantan ketua Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Bulukumba ini menambahkan ketiga desa di wajibkan menbayar maka yang jadi bahan pertayaan adalah dari mana sumber anggaran yang di ambil oleh masing-masing desa.

” Saya selaku ketua DPD PapDesi sulsel sangat menyoroti pemerintah kabupaten kalau mewajibkan setiap desa tanpa ada anggaranya kalau ini dilakukan maka kita mundur di jaman orde baru” tegas Darwis.

Bahkan secara blak-blakan dirinya mengatakan kalau pembayaran yang di pungut kedesa adalah saraf dengan pungutan liar (pungli).

Sementara itu ketua Apdesi Bulukumba Muh Rais mengatakan kalau pembayaran yang dilakukan oleh kepala desa dalam mengikuti pameran Expo merupakan partisipasi kepala desa dan dananya bersumber dari dana pribadi masing-masing kepala desa.

” Saya kira tidak ada masalah karena ini bentuk ke ikut sertaan desa dalam meramaikan HUT Bulukumba melalui kegiatan pameran Expo” ujar Aplus sapaan akrab Muh Rais.

KHILAFAH DALAM PANDANGAN NU

OPINI,Seputar Bulukumba.com Setelah Khilafah Turki Utsmani berakhir pada 3 Maret 1924, beberapa kalangan menilai peran Islam dalam pentas politik global selama lebih dari 13 abad juga berakhir. Dan keberadaan umat Islam mulai saat itu telah terpuruk, baik dalam bidang politik, ekonomi, militer, budaya, sains-teknologi maupun yang lainnya.<>

Selain itu, “penjajahan modern” yang dilancarkan Barat terhadap dunia Islam disinyalir kuat menjadi faktor terpenting yang membangkitkan eskalasi “kerinduan” beberapa kelompok umat Islam terhadap sistem Khilafah Islamiyah yang pernah mengantarkan kejayaan Islam di masa silam. Maka, sejak saat itulah term “khilafah” menjadi isu harakah (pergerakan) Islam dengan misi dan agenda politik membangun kembali Daulah Islamiyah internasional.

Dalam dinamika perjuangannya, ide khilafah internasional ini pertama kali diperankan oleh jamaah Ikhwanul Muslimin yang didirikan di Mesir pada tahun 1928, dan selanjutnya banyak dimainkan oleh jamaah Hizbut Tahrir yang didirikan di Jerusalem Timur tahun 1952. Dan baru-baru ini juga digaungkan oleh Islamic State of Iraq and Sham (ISIS) di Irak dan Syiria.

Di Indonesia, benih ide khilafah sudah ada sejak awal kemerdekaan tahun 1945, baik yang bersifat konstitusional, seperti Majelis Konstituante, atau bersifat militer, seperti dalam kasus DI/TII, yang berusaha mendirikan negara Islam dan menolak Pancasila. Era reformasi tahun 1998 yang memberikan ruang kebebasan publik, menjadikan isu khilafah di Indonesia kian vulgar dan menemukan momentumnya. Pembicaraan-pembicaraan yang mewacanakan isu khilafah semakin intens dan terbuka dikampanyekan, baik lewat opini-opini pemikiran maupun gerakan nyata. Seperti mewacanakan Islam sebagai solusi dan edeologi alternatif mengusahakan bentuk pemerintahan Negara Indonesia dari Negara kesatuan berformat republik menjadi khilafah, berikut konstituisi Negara sejak dari Undang-Undang Dasar 1945 dan hukum positif diangkat dari syari’ah Islamiyah seutuhnya.

Dari gamabaran tersebut, maka NU dalam Musyawarah Nasional Alim Ulama yang diadakan pada tanggal 1-2 nopember 2014 memutuskan beberapa poin penting sehubungan dengan khilafah yaitu:

1. Islam sebagai agama yang komprehensif (din syamil kamil) tidak mungkin melewatkan masalah negara dan pemerintahan dari agenda pembahasannya. Kendati tidak dalam konsep utuh, namun dalam bentuk nilai-nilai dan prinsip-prinsip dasar (mabadi` asasiyyah). Islam telah memberikan panduan (guidance) yang cukup bagi umatnya.

2. Mengangkat pemimpin (nashb al-imam) wajib hukumnya, karena kehidupan manusia akan kacau (fawdla/chaos) tanpa adanya pemimpin. Hal ini diperkuat oleh pernyataan para ulama terkemuka, antara lain:

a. Hujjat al-Islam Abu Hamid al-Ghazali dalam Ihya` ‘Ulum al-Din:

الدين والملك توأمان، فالدين أصل والسلطان حارس، فما لا أصل له فمهدوم وما لا حارس له فضائع“

Agama dan kekuasaan negara adalah dua saudara kembar. Agama merupakan fondasi, sedangkan kekuasaan negara adalah pengawalnya. Sesuatu yang tidak memiliki fondasi, akan runtuh, sedangkan sesuatu yang tidak memiliki pengawal, akan tersia-siakan”

b. Syaikh al-Islam Taqi al-Din Ibn Taimiyyah dalam as-Siyasah al-Syar’iyyah fi Ishlah al-Ra’i wa al-Ra’iyyah:

إن ولاية أمر الناس من أعظم واجبات الدين، إذ لا قيام للدين إلا بها

“Sesungguhnya tugas mengatur dan mengelola urusan orang banyak (dalam sebuah pemerintahan dan negara) adalah termasuk kewajiban agama yang paling agung. Hal itu disebabkan oleh tidak mungkinnya agama dapat tegak dengan kokoh tanpa adanya dukungan negara”

3. Islam tidak menentukan apalagi mewajibkan suatu bentuk negara dan sistem pemerintahan tertentu bagi para pemeluknya. Umat diberi kewenangan sendiri untuk mengatur dan merancang sistem pemerintahan sesuai dengan tuntutan perkembangan kemajuan zaman dan tempat. Namun yang terpenting suatu pemerintahan harus bisa melindungi dan menjamin warganya untuk mengamalkan dan menerapkan ajarankan agamanya dan menjadi tempat yang kondusif bagi kemakmuran, kesejahteraan dan keadilan.

4. Khilafah sebagai salah satu sistem pemerintahan adalah fakta sejarah yang pernah dipraktikkan oleh al-Khulafa` al-Rasyidun. Al-Khilafah al-rasyidah adalah model yang sangat sesuai dengan eranya; yakni ketika kehidupan manusia belum berada di bawah naungan negara-negara bangsa (nation states). Masa itu umat Islam sangat dimungkinkan untuk hidup dalam satu sistem khilafah. Pada saat umat manusia bernaung di bawah negara-negara bangsa (nation states) maka sistem khilafah bagi umat Islam sedunia kehilangan relevansinya. Bahkan membangkitkan kembali ide khilafah pada masa kita sekarang ini adalah sebuah utopia.

5. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah hasil perjanjian luhur kebangsaan di antara anak bangsa pendiri negara ini. NKRI dibentuk guna mewadahi segenap elemen bangsa yang sangat mejemuk dalam hal suku, bahasa, budaya dan agama. Sudah menjadi kewajiban semua elemen bangsa untuk mempertahankan dan memperkuat keutuhan NKRI. Oleh karena itu, setiap jalan dan upaya munculnya gerakan-gerakan yang mengancam keutuhan NKRI wajib ditangkal. Sebab akan menimbulkan mafsadah yang besar dan perpecahan umat.

6. Umat Islam tidak boleh terjebak dalam simbol-simbol dan formalitas nama yang tampaknya islami, tetapi wajib berkomitmen pada substansi segala sesuatu. Dalam adagium yang populer di kalangan para ulama dikatakan:العبرة بالجوهر لا بالمظهر“Yang menjadi pegangan pokok adalah substansi, bukan simbol atau penampakan lahiriah”العبرة بالمسمى لا بالإسم“Yang menjadi pegangan pokok adalah sesuatu yang diberi nama, bukan nama itu sendiri”Dengan demikian, memperjuangkan tagaknya nilai-nilai substantif ajaran Islam dalam sebuah negara—apapun nama negara itu, Islam atau bukan—jauh lebih penting daripada memperjuangkan tegaknya simbol-simbol negara Islam.

Demikian beberapa poin penting yang merupakan pandangan resmi NU terhadap khilafah sebagaimana telah ditetapkan sebagai hasil keputusan resmi Komisi Bahtsul Masail Al-Diniyah dalam Munas Alim Ulama NU 2014.

 Sumber : Syaiful Anam

Editor    : Ferdi Ansar

Guru Yang Tewas Dianiaya Muridnya Itu Digaji 400.000 Per Bulan

SURABAYA,SEPUTAR BULUKUMBA.com — Di lansir dari halaman Kompas.com.
Ahmad Budi Cahyono, guru yang tewas setelah dianiaya muridnya, berstatus sebagai guru tidak tetap (GTT) ekstrakulikuler yang mengajar mata pelajaran kesenian di SMAN 1 Kecamatan Torjun, Sampang, Jawa Timur. Dia digaji hanya Rp 400.000 per bulan.

“Karena hanya GTT yang mengajar ekstrakulikuler, gaji pokok yang diterima hanya Rp 400.000 per bulan. Mungkin dia juga mengajar di sekolah lain,” kata Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Saiful Rahman saat dikonfirmasi, Jumat (2/2/2018).

Informasi yang didapatnya dari Kepala SMAN I Torjun, mendiang Ahmad Budi Cahyono dikenal sebagai guru yang multitalenta. “Semuanya dia bisa, khususnya di bidang kesenian,” ujarnya.

Sementara HI, siswa kelas XII tersangka penganiayaan terhadap guru, dikenal sebagai siswa yang nakal. “Informasi dari sekolah, HI banyak memiliki catatan negatif di guru BK,” 

New Delhi – Polisi di Jharkhand, India menyelidiki kasus kepala sekolah yang menyuruh sejumlah siswa untuk menaruh tangan di atas api lilin. Akibat kejadian itu, beberapa siswa terluka.

New Delhi Seputar Bulukumba.com- Polisi di Jharkhand, India menyelidiki kasus kepala sekolah yang menyuruh sejumlah siswa untuk menaruh tangan di atas api lilin. Akibat kejadian itu, beberapa siswa terluka.

Dilansir BBC, Sabtu (3/2/2018), kepala sekolah bernama Sushanti Hembrom itu tengah mencari siswa yang mencuri uang dari salah satu siswa di sekolah tersebut.

Dia menyuruh para siswa untuk menaruh tangan di atas api lilin yang menyala. Tak berapa lama kemudian, beberapa tangan siswa itu terbakar. Bahkan ada yang terluka parah dan dirawat di rumah sakit.

Orangtua pun protes atas apa yang dilakukan oleh Sushanti dan melaporkan ke polisi.

Pihak kepolisian setempat mengatakan, Sushanti telah menyesal dan meminta maaf atas perbuatannya kepada siswa dan para orangtua. (nkn/nkn)

Lasizmu Muhammadiyah Kembali Berbagi Alqur’an

BULUKUMBA,SEPUTAR BULUKUMBA.COM Lembaga Zakat, Infaq, dan Sedekah Muhammadiyah terus menggemaian program Jumat berbagi. Kali ini Lasizmu Muhammadiyah kembali melaksanakan rutinitas ‘Jumat Berbagi’ dengan Gerakan Waqaf Alqur’an, Jumat (2/2/2018).

Pembinan Lasizmu, Sahiruddin, S.Pd, M.Pd, mengatakan bahwa wakaf Alqur’an ini masih merupakan agenda Jumat Berbagi, dengan agenda pemberian waqaf berupa Alqur’an ke MIS Muhammadiyah Bontorita ini bertepatan dengan Peresmian sekolah tersebut.

“Wakaf Alqur’an ini juga merupakan bagian untuk mendekatkan generasi muda, khususnya di Kecamatan kindang untuk dekat dengan Alqur’an, MIS Muhammadiyah kindang yang baru saja di resmikan adalah satu-satunya Amal Usaha Muhammadiyah di Kec. Kindang, tentu ini sebagai upaya Muhammadiyah dalam Mencerdaskan Generasi Bangsa” tambah Sahir.

Dia pun berharap agar agenda ini merangsan para siswa untuk mencitai Alqur’an. “Semoga Wakaf Al-qur’an ini mampu merangsang minat dan semangat siswa-siswi MIS Muhammadiyah Kindang untuk terus belajar Alqur’an,” imbuhnya penuh harap.(fer,Sb)

Ikatan Wartawan Online (IWO) Bulukumba Apresiasi Pemerintahan Sukri Tomy Di Hari Jadi Kabupaten Bulukumba

BULUKUMBA, SEPUTAR BULUKUMBA.com – Dewan Pengurus Daerah Ikatan Wartawan Online (DPD IWO) Bulukumba menggelar rapat konsolidasi terkait momentum ‘Hari Jadi Kabupaten Bulukumba ke 58’ yang akan digelar pada 4 Februari 2018.

“Selamat dan sukses atas Hari Jadi Kabupaten Bulukumba ke-58,” kata Juru Bicara (Jubir) DPD IWO Bulukumba, Muhammad Amin Lahaseng di Warkop Mattoanging, kota Bulukumba, Jumat (2/2/2018).

Semoga Bulukumba kata Amin sapaannya, dengan pemerintahan AM Sukri Sappewali dan Tomy Satria Yulianto, menjadi daerah yang sejahtera dan terdepan.

Sementara Mandatir Ketua DPD IWO Bulukumba, Andi Awal Tjoheng mengaku akan mengakomodir seluruh jurnalis online yang akan bergabung di IWO. Menurutnya, dengan hadirnya IWO di Bulukumba akan menjadi medium penggerak bagi perkembangan dan peradaban manusia.

“Mari kita jadikan IWO sebagai lembaga profesional yang akan mengedukasi masyarakat dalam menghadapi laju perkembangan zaman dan peradaban manusia,” imbuhnya. (Fer,SB)

Memperingati Hari Jadi Kabupaten Bulukumba, Pemkab Gelar kegiatan Donor Darah dan Sunnatan Massal

Bulukumba,Seputar Bulukumba.com-Dalam rangka menyambut Hari Jadi Kabupaten ke-58, 4 Februari 2018, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba menggelar kegiatan sunatan massal dan donor darah, Kamis (1/2). Donor darah digelar di tribun lapangan Pemuda, sedangkan sunatan massal dilaksanakan secara serentak di Kabupaten Bulukumba.

Peserta donor darah diikuti anggota TNI, Polri, PNS, siswa, atlit dan sejumlah masyarakat umum. Bupati AM.Sukri A.Sappewali, Wabup Tomy Satria Yulianto berkesempatan meninjau pelaksanaan donor darah ini. Dalam melaksanakan donor darah pihak panitia bekerjasama dengan Bank Darah Rumah Sakit (BDRS) RSUD.H.Andi Sulthan Daeng Radja serta Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Bulukumba, sebanyak 4 brankar (tempat tidur) disiapkan untuk digunakan para petugas dalam mentransfusi darah.

Wakil Bupati Tomy Satria Yulianto menyampaikan terima kasih kepada TNI, Polri, dan PNS yang telah berpartisipasi mengikuti donor darah dalam rangka Hari Jadi Bulukumba.

“Kegiatan ini sangat membantu dalam mendorong partisipasi donor darah di rumah sakit. Mengingat rumah sakit kita selalu butuh stok darah yang cukup besar, karena bagaimana pun rutinitas darah di rumah sakit sangat dibutuhkan,” kata Tomy Satria yang didaulat oleh Bupati untuk memberikan sambutan.

Dikatakannya, kegiatan seperti ini terus digalakkan untuk memenuhi kebutuhan darah dan melatih kesukarelawan kita untuk selalu peduli kepada kemanusiaan.

“Kita menyumbangkan darah 350 cc, setidaknya memberikan bantuan kepada warga yang membutuhkan, disamping itu pendonor darah yang melakukan donor darah menjadi sehat,” ujarnya.

Usai meninjau donor darah, Bupati dan Wakil Bupati beserta rombongan bergeser ke Puskesmas Caile Kecamatan Ujung Bulu menyaksikan pelaksanaan sunatan massal. Panitia Sunatan Massal dr. Marlah Akbar mengemukakan jika pelaksanaan sunatan massal dilaksanakan secara serentak di 58 titik di seluruh Puskesmas dan Pustu dan rumah sakit yang berlangsung selama 3 hari.

“Khusus di Kecamatan Ujung Bulu sunatan dilaksanakan di empat titik yaitu Puskesmas Caile, RSUD, Pustu Loka, Pustu Tanah Kongkong, dan Pustu Lajae. Target yang disunat di Ujung Bulu sebanyak 150 orang, untuk hari pertama di Puskesmas Caile sebanyak 30 anak,” ujar dr. Marlah Akbar

Menurut Kepala Puskesmas Caile ini, warga sangat antusias untuk menyunat anaknya karena mumpung gratis, oleh karena sunatan itu tidak ditanggung oleh BPJS. Kalau sunatan dibayar itu, kata dr Marlah biayanya mencapai 300 ribu rupiah.

Dalam sambutannya Bupati AM Sukri Sappewali mengajak para orang tua untuk menjaga dan membina anak-anaknya dengan baik karena anak-anak sekarang sangat rentan terpengaruh negatif, seperti isap lem.

“Awalnya hanya isap lem, tapi kalau sudah besar mereka akan konsumsi sabu-sabu. Saya ingatkanki, karena anak-anakta juga saya anggap sebagai anakku,” ujar ayah tiga putra ini.

AM Sukri Sappewali juga mengatakan sunatan itu kewajiban kita sebagai umat Islam, juga untuk menjaga kebersihan organ vital selaku laki-laki.

Masih dalam rangkaian Hari Jadi Bulukumba, pada hari yang sama, kedua pemimpin Bulukumba ini bersama rombongan melaksanakan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Taccorong dan Taman Makam Pahlawan Nasional H. Andi Sulthan Daeng Radja di Ponre, sebagai bentuk rasa terima kasih atas jasa para pahlawan.[fer]

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑